Sign in with
Sign up | Sign in
Your question

Convert languages to english

Last response: in Windows 7
Share
Anonymous
a b $ Windows 7
January 7, 2011 8:18:52 AM


Pengukuran Parameter VOIP di perangkat Allywll MTG 3000



1. Teoritas



Pengukuran performansi sistem VoIP terhadap kualitas komunikasi suara dilakukan



dengan 2 cara, yaitu :



1. Penilaian obyektif, dilakukan dengan menggunakan software trafik analyzer yang



memonitor aktifitas yang dikirimkan antar sistem IP PABX, yaitu :



- Memonitor jumlah pemakaian bandwidth



- Delay total



- Packet loss



2. Penilaian subyektif



Dilakukan dengan perhitungan MOS ( Mean Opinion Score ) dan R Factor



a. MOS ( Mean Opinion Score )



Kualitas panggilan telepon bisa diukur menggunakan beberapa cara, di



antaranya adalah MOS ( Mean Opinion Score ). Parameter perhitungan dengan MOS



dilakukan berdasarkan survey terhadap beberapa user dengan menggunakan



teknologi survey yang berbeda-beda. Nilai MOS ini berada antara 1 (unusable) and 5



(excellent). Sistem komunikasi VoIP bekerja antara nilai 3.5 hingga 4.2 agar dapat



diterima dengan baik oleh user.



Kualitas diukur berdasarkan persepsi pendengar menjadikan nilai MOS ini



lebih bersifat subjektif atau tergantung pada penerimaan orang yang berbicara,



maka nilai MOS kurang bisa dijadikan pegangan. Nilai MOS dihasilkan dengan cara



merata-ratakan hasil penilaian sejumlah pendengar terhadap audio yang dihasilkan



oleh teknik voice coding


----------------------- Page 2-----------------------

b. R factor



Nilai R ini berkaitan dengan suatu nilai lagi yang lebih umum



digunakan untuk mengukur kualitas VoIP yang disebut Mean Opinion Score



(MOS), dimana nilai R ini dipakai untuk menghitung kualitas VoIP sedangkan



MOS dipakai untuk menghitung kualitas PSTN.



Problem utama dalam implementasi VoIP adalah tentang kualitas



suara karena dalam jaringan data, semua resources dipakai secara bersama-



sama tidak seperti permanen sirkuit seperti PSTN, Untuk menjamin kualitas



yang baik maka batasan parameter yang harus dipakai adalah sebagai



berikut :



1. End to End Delay: <150ms



2. Jitter: <40ms



3. Lost Packet <=0.5%



Korelasi antara MOS dengan R factor


----------------------- Page 3-----------------------

2. Hal hal yang mempengaruhi kualitas VoIP

Kualitas layanan VoIP atau yang biasa disebut QoS (Quality of Service) adalah



metode-metode yang bisa digunakan pada jaringan IP untuk melayani suatu layanan aplikasi



tertentu.



Kelemahan jaringan menyebabkan VoIP memiliki kualitas suara yang belum sebaik



layanan telepon konvensional telkom. Tapi hambatan ini sangat dipengaruhi oleh koneksi



internet yang digunakan. Semakin besar komitmen bandwidth yang digunakan maka kulitas



akan bertambah baik. Selain itu ada beberapa kelemahan lain yang berhubungan dengan



kualitas koneksi yang digunakan, yaitu:



a. Delay



Adalah perbedaan waktu antara dikirimnya sinyal suara dari pengirim dengan waktu



diterimanya sinyal suara oleh penerima. Delay ini merupakan suatu permasalahan yang



harus diperhitungkan karena kualitas suara bagus tidaknya tergantung dari waktu delay.



Besarnya delay maksimum yang direkomendasikan oleh ITU untuk aplikasi suara adalah



150 ms, sedangkan delay maksimum dengan kualitas suara yang masih dapat diterima



pengguna adalah 250 ms.



Delay sendiri dapat diklasifikasikan dalam beberapa kategori sesuai penyebabnya,



yaitu:



? Propagation delay adalah delay yang terjadi akibat transmisi melalui jarak antar



pengirim dan penerima.



? Serialization delay (delay pada saat proses peletakan bit ke dalam circuit)



? Processing delay (delay yang terjadi saat proses coding, compression,



decompression dan decoding)



? Packetization delay (delay yang terjadi saat proses paketisasi informasi )



? Queuing delay (delay akibat waktu tunggu paket sampai dilayani)



? Jitter buffer ( delay akibat adanya buffer untuk mengatasi jitter)



b. Jitter



Jitter pada intinya adalah variasi dalam delay, terjadi karena adanya perubahan



terhadap karakteristik dari suatu sinyal sehingga menyebabkan terjadinya masalah



terhadap data yang dibawa oleh sinyal tersebut. Untuk mengatasi jitter maka paket data



yang datang dikumpulkan dulu dalam jitter buffer selama waktu yang telah ditentukan



sampai paket dapat diterima pada sisi penerima dengan urutan yang benar.


----------------------- Page 4-----------------------

c. Packet Loss



Paket loss artinya hilangnya paket data yang sedang dikirimkan. Hilangnya data ini



bisa disebabkan karena Jitter atau karena adanya permasalahan di perangkat-



perangakat jaringan seperti router yang terlalu sibuk, jalur komunikasi yang terlalu padat



penggunanya. Loss packet (kehilangan paket) ketika terjadi peak load dan congestion



(kemacetan transmisi paket akibat padatnya trafik yang harus dilayani) dalam batas



waktu tertentu, maka frame (gabungan data payload dan header yang di transmisikan)



suara akan dibuang sebagaimana perlakuan terhadap frame data lainnya pada jaringan



berbasis IP. Salah satu alternatif solusi permasalahan di atas adalah membangun link



antar node pada jaringan.



d. Echo



Echo atau gema disebabkan oleh kesalahan perangkat pengirim dan penerima suara



dalam mengkonversikan atau mengubah data dari suara menjadi digital atau sebaliknya



biasanya karena adanya kesalahan faktor impedansi dalam rangkaian analog peralatan.



Echo disebabkan perbedaan impedansi dari jaringan yang menggunakan four-wire



dengan two-wire.



Efek echo adalah suatu efek yang dialami mendengar suara sendiri ketika sedang



melakukan percakapan. Mendengar suara sendiri pada waktu lebih dari 25 ms dapat



menyebabkan terhentinya pembicaraan.



3. Standard Kompresi Suara

ITU-T (International Telecommunication Union – Telecommunication Sector)



membuat beberapa standar untuk voice coding yang direkomendasikan untuk implementasi



VoIP. Beberapa standar yang sering dikenal antara lain:



a. G.711



G.711 adalah suatu standar Internasional untuk kompresi audio dengan



menggunakan teknik Pulse Code Modulation (PCM) dalam pengiriman suara. PCM



mengkonversikan sinyal analog ke bentuk digital dengan melakukan sampling sinyal analog



tersebut 8000 kali/detik dan dikodekan dalam kode angka. Jarak antar sampel adalah 125 µ



detik. Sinyal analog pada suatu percakapan diasumsikan berfrekuensi 300 Hz – 3400 Hz.



Sinyal tersampel lalu dikonversikan ke bentuk diskrit. Sinyal diskrit ini direpresentasikan


----------------------- Page 5-----------------------

dengan kode yang disesuaikan dengan amplitudo dari sinyal sampel. Format PCM



menggunakan 8 bit untuk pengkodeannya. Laju transmisi diperoleh dengan mengkalikan



8000 sampel /detik dengan 8 bit/sampel, menghasilkan 64.000 bit/detik .



b. G.729



merupakan pengkodean suara jenis CELP dengan hasil kompresi pada 8kbps.


----------------------- Page 6-----------------------

c. G.723



Pengkode sinyal suara G.723.1 adalah jenis pengkode suara yang direkomendasikan



untuk terminal multimedia dengan bit rate rendah. G.723.1 memiliki dual rate speech



coder yang dapat di-switch pada batas 5.3 kbit/s dan 6.3 kbit/s.



Tabel Kompresi suara



4. Skematic Pengukuran


----------------------- Page 7-----------------------

Pengukuran dilakukan dengan cara mengkoneksi 2 port E1 di PBX yang

masing masing dihubungkan ke MTG 3000, dan panggilan antar pesawat ip phone

dilakukan secara loop back..

Misal : dari extention 6666 dial ke 6555, dengan cara 8+6666, dengan akses 8 berarti

mengambil akses E1 MTG.



5. Hasil Pengukuran

a. Pengukuran dengan menggunakan Codec G.711

1. Secara umum



Didapatkan dengan menggunakan G.711 memiliki parameter yang sangat

baik, yaitu

- R factor sebesar 93,2

- MOS Score sebesar 4,4

- Average bandwidth ( bandwidth rata rata ) = 83,59 Kbps

- Maksimum jitter = 2,15 ms

- Loss packet = 0


----------------------- Page 8-----------------------

2. Pengukuran bandwidth


----------------------- Page 9-----------------------

3. Besaran Jitter



4. Besaran MOS


----------------------- Page 10-----------------------

5. Besaran R factor



6. Besaran packet sizes


----------------------- Page 11-----------------------

b. Pengukuran dengan menggunakan Codec G.729

1. Secara umum



Didapatkan Bandwidth average sekitar 28, 91 Kbps, dengan MOS Score sebesar

4,1 dan R factor 83,2 dan maksimum jitter sebesar 1,29 ms


----------------------- Page 12-----------------------

2. Perhitungan bandwidth



3. Perhitungan jitter


----------------------- Page 13-----------------------

4. Perhitungan MOS Score



5. Perhitungan R factor


----------------------- Page 14-----------------------

6. Perhitungan packet sizes



c. Pengukuran dengan menggunakan Codec G.723

1. Secara umum


----------------------- Page 15-----------------------

Didapatkan average bandwidth sekitar 15,93 Kbps, dengan R factor 4,0 , MOS

Score 78,1 dan maximum jitter sebesar 5,96 ms



2. Perhitungan bandwidth



3. Besaran jitter


----------------------- Page 16-----------------------

4. Besaran R factor



5. Besaran MOS Score


----------------------- Page 17-----------------------

6. Besaran packet sizes

a b $ Windows 7
January 7, 2011 8:47:31 AM

Ever heard of google translate???!

Seriously some of these posts are really getting poor!!!
a c 244 $ Windows 7
January 7, 2011 1:16:59 PM

fowang said:
Ever heard of google translate???!

Seriously some of these posts are really getting poor!!!

+1^

Just run your question through Goole Translate and then post again. Not a big deal. While it may not be precisely accurate, it will be readable to the forum and we can help you out much better.
!